SEMUA LEVEL PERLU TRAINING
Walau sering mendengar istilah pelatihan, Anda mungkin masih belum bisa
membedakan antara kursus dan training. Menurut Sylvina Savitri,
konsultan EXPERD, kursus lebih mengarah pada hard skills, sedangkan
training lebih fokus pada soft skills, misalnya kepemimpinan dan motivasi.
Intinya, pelatihan akan mengasah kemampuan yang Anda miliki dan memberi
pengetahuan yang Anda butuhkan untuk pekerjaan Anda sekarang. Seperti
kursus singkat, tapi lebih fokus pada hal yang praktikal dan aplikatif.
Menurut Sylvina, banyak manfaat yang bisa dipetik dari pelatihan. Selain
bisa membantu Anda mengerjakan pekerjaan yang kini sedang Anda lakukan,
wawasan Anda akan bertambah dan jaringan kerja akan makin luas.
Idealnya, bila akan dipromosikan, Anda perlu mengikuti training terlebih
dahulu.
Semua karyawan, di bidang pekerjaan apa pun, memerlukan pelatihan.
Bahkan, setiap posisi di perusahaan, dari staf hingga direksi,
memerlukan pelatihan. Karena, tantangan yang dihadapi selalu berkembang.
TRIK MEMILIH
Jenis pelatihan untuk setiap tingkat jabatan tentunya berbeda. Namun,
ada pelatihan dasar yang perlu diikuti setiap karyawan, tanpa melihat
jenis pekerjaan dan jabatannya. Setiap perusahaan biasanya memiliki
jenis pelatihan sendiri, sesuai bidang usaha yang dijalankannya.
Untuk pelatihan individual, Sylvina menyarankan Anda mencari jenis
pelatihan yang paling bisa diterapkan untuk pekerjaan Anda sekarang ini.
Kota-kota besar biasanya memiliki sarana pelatihan yang memadai. Namun,
ada juga yang mengikuti pelatihan sampai ke luar negeri.
Bentuk pelatihan pun kini beraneka ragam. Metode pengajaran seperti guru
dan murid rasanya sudah tak lagi menarik. Menurut Sylvina, metode
seperti itu tak cocok untuk adult learning yang lebih banyak
mengandalkan pengalaman.
SIAPA YANG MENYEDIAKAN?
Perusahaan yang sudah mapan umumnya menyediakan berbagai jenis pelatihan
untuk karyawannya. Jika menemukan pelatihan yang sekiranya bagus untuk
mendukung pekerjaan Anda sekarang, tak ada salahnya Anda mengajukan diri
pada atasan.
Namun, jangan lupa menyusun program kerja setelah pelatihan dan
menjelaskannya. Selain itu, Anda bisa mentransfer ilmu yang baru Anda
dapatkan kepada teman-teman lain. Anggap saja, bayar untuk satu orang,
dapat satu tim.
Evaluasi setelah pelatihan perlu dilakukan, misalnya apakah Anda
menyukai pelatihan tersebut, bagaimana pembelajarannya, mendapat ilmu
apa saja, lalu bagaimana implementasinya. Akan lebih baik bila mendapat
evaluasi 360 derajat. Artinya, evaluasi dari anak buah, rekan kerja,
atasan, dan klien. Jika semuanya dinilai baik, berarti diharapkan
produktivitas karir Anda akan meningkat.
Jumat, 12 September 2008
Training... Pentingkah..??
Label:
2008,
artikel,
artikel karir,
artikel kerja,
indonesia,
jakarta,
karier,
karir,
lowongan kerja,
lowongan. surabaya,
pekerjaan,
surabaya,
terbaru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar