Rabu, 10 September 2008

mengalahkan anak emas dengan menjadi anak berlian

Yang namanya anak emas, mungkin ada di setiap perusahaan. Yang lebih
menyebalkan, karena dia sering absen, tugas-tugasnya sering kali
dilimpahkan kepada Anda atau teman-teman lain. Mungkin, ada perasaan
kesal bercampur iri melihat perlakuan-perlakuan atasan yang Anda rasa
tidak adil. Tapi, jangan patah arang dulu. Kalau dia jadi anak emas,
mengapa Anda tak berusaha menjadi ?berlian??

CARI KELEBIHANNYA
Walau terdengar klise, Anda tetap perlu bersikap profesional. ?Anak emas
selalu dikonotasikan sebagai hal yang negatif. Padahal, pada
kenyataannya, anak emas itu justru perlu dilihat secara positif karena
memiliki kelebihan. Daripada memikirkan rasa iri itu, lebih baik Anda
mencoba melihat kelebihannya, kata Sylvina Savitri, konsultan dari EXPERD.

Biasanya, yang menjadi anak emas adalah mereka yang mempunyai keahlian
khusus, yang tidak dimiliki karyawan lain.

Berusahalah tetap berteman dengan si anak emas. Walaupun sulit, cobalah
menyingkirkan perasaan-perasaan negatif terhadapnya. Dengan demikian,
Anda akan lebih mudah melihat kelebihan yang dimilikinya. Siapa tahu,
Anda juga bisa ?mencuri? ilmu darinya.

BUATLAH ATASAN MELIRIK ANDA
Menjalin hubungan dekat dengan bos bisa membuat Anda lebih terlihat.
Pilihlah cara yang elegan. Tak sedikit karyawan yang menganggap bahwa
bos itu terkesan ?angker?. Jadi, daripada repot-repot membina hubungan,
lebih baik Anda bermain di zona yang aman, yang penting pekerjaan Anda
selesai.

Sylvina menilai, prinsip lowongan kerja seperti itu kurang tepat. Jika mau
dilirik juga, tak ada salahnya lebih sering berada di lingkungan bos.
Dengan demikian, Anda bisa memberikan hal-hal yang diperlukan oleh atasan.

ANDA BOLEH KOMPLAIN
Jika Anda karir dalam satu tim yang sama dengan si anak emas dan
ternyata dia tidak menunjukkan performa kerja yang baik, rajin-rajinlah
membuat catatan. Misalnya, pada tenggat yang sudah ditentukan, si anak
emas tak bisa menyelesaikan pekerjaannya. Buatlah laporan kerja itu dan
berikan kepada atasan. Pilihan kata yang tepat sangat penting. Jangan
memberi kesan bahwa Anda menjelek-jelekkan si anak emas itu.

Bukan tak mungkin atasan Anda akan langsung memasang pagar dan bersikap
defensif. Karena itulah, Anda perlu menekankan pada pemberian masukan.
Jangan menghadapnya dan langsung menyerang. Jika alasan Anda tepat,
misalnya teman-teman merasa terganggu oleh sikap kerja si anak emas,
kemungkinan besar si atasan akan lebih terbuka.

Jika merasa lebih nyaman, Anda boleh menyampaikan keberatan Anda
langsung kepada si anak emas. Mungkin juga, ia akan kaget dan menyangkal
hal itu. Tapi, sampaikan secara baik-baik bahwa sikapnya menjadi
hambatan. Jangan menunjukkan kekesalan Anda. Biarkan dia mencerna pesan
yang ingin Anda ungkapkan. Setelah pembicaraan tersebut dan ia sudah
lebih tenang, bersikaplah biasa saja. Jagalah pertemanan agar hubungan
kerja Anda dengannya tidak terganggu.

Jadi, jangan membuang-buang waktu Anda untuk mengeluh dan mengeluh.
Segeralah bergerak dan jadilah ?berlian?.

Tidak ada komentar: